PENERIMAAN DIRI ANAK JALANAN YANG MENYALAHGUNAKAN ZAT ADIKTIF LEM AIBON (Studi Kasus pada Anak Jalanan di ( 0607984 )

Posted: Oktober 10, 2011 in Uncategorized
Setiap tahunnya jumlah anak jalanan yang berada di kota Bandung meningkat. Pekerjaan yang mereka lakukan tiap harinya beraneka ragam, baik itu sebagai pengamen, pemulung, peminta-minta, dan penjual asongan. Kehidupan yang sangat bebas pada anak jalanan, membuat anak jalanan bertindak semaunya sehingga menimbulkan asumsi di masyarakat bahwa anak jalanan adalah anak-anak nakal yang suka mabuk-mabukkan, dan bertindak kriminil. Meskipun anggapan tersebut telah melekat pada anak jalanan namun tidak semua anak jalanan memiliki perilaku seperti itu. Dari semua permasalahan yang ada pada anak jalanan maka peneliti memfokuskan penelitian pada penerimaan diri dan penyalahgunaan zat adikitf  berupa lem aibon pada tiga subjek anak jalanan. Penerimaan diri adalah sejauh mana seseorang yang menerima karakteristik personal guna untuk menjalani kelangsungan hidupnya. Dalam penelitian ini teori penerimaan diri yang digunakan adalah teori Jersild. Dari penelitian yang dilakukan, didapatlah hasil bahwa tiga subjek penelitian memiliki DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s